Kamis, 08 Maret 2012

PETUALANGAN DI PULAU HANTU PART. 1


Suatu Hari di ICS (Icil International School)
Saat pembagian raport semester 1... Anak2 terlihat begitu senang, apalagi Debo yang mendapat ranking 5. Saking senangnya, Debo langsung lekas pulang ke rumahnya. Tapi di sekolah, masih banyak anak2 duduk2 sambil bercakap2 ada Agni, Obiet, Oik, Abner, Irsyad, Cakka, Rahmi, dan Patton.
"Eh, temen2, besok kan kita libur tuh... Gimana kalo kita liburan?" Usul Cakka.
"Iya, ide bagus tuh Cak... Tapi, kita mau liburan di mana?" Tanya Obiet
"Gimana kalo kita berkemah di hutan aja? Kan seru tuh, pa lagi kita bisa bertualang gitu" Usul Agni yang langsung mendapat penolakan dari Oik
"Ah, enggak ah... Nanti kalo kita tersesat gimana?"
"Gimana kalo... Kita ke Game Center aja? Kan seru banget tuh" kali ini Patton yang mengajukan Usul
"Kamu bisa, kita-kita nih gak Bisa!" Irsyad protes
"Aduh, aduh... Aku kan punya ide... Dengerin napa?" Cakka agak sewot
"Napa sih, kamu Cak? Ide Apa?" Tanya Obiet
"Gini, gimana kalo kita ke Pulau Keluargaku aja... Ada pantai, vila, hutan, taman... Pokoknya banyak deh!" Ucap Cakka antusias
"Kamu... Punya pulau pribadi Cak?" Tanya rahmi yang dari tadi hanya diam mendengar teman2nya
"Yup, pulau itu sebenarnya milik orang laen, tapi dah dibeli ayahku" Jawab cakka
Rahmi hanya manggut-manggut gak jelas sambil melongo
"Jadi... Gimana? Ke pulau nggak?" tanya cakka penasaran
Yang lain saling berpandangan lama, lalu
"Aku ikut deh..." Agni setuju
"Aku juga" Jawab Obiet singkat
Oik, Abner dan Irsyad hanya mengangguk lalu menatap Rahmi yang agak kebingungan
"Kalo yang laen ikut, ya... Aku juga Ikut deh" Kata Rahmi Pasrah.
"Oke... Tapi, kita aja nih? Dikit banget..." Tanya Abner
"Kita ajak aja yang laen..." Ajak Irsyad
"Tapi... Gita kayaknya gak bisa deh... Kan ada Novel Fair seminggu ini" kata Oik
"Debo juga kayaknya nggak bisa, tadi aja dia cepet pulangnya. Oh ya, Cahya juga gak bisa, dia pasti les deh" Patton ngikut ngomong
"Aduh, ya Udah... Kita aja, gitu aja kok repot" usul Abner
"Lhaa... Tadi kamu yang protes kita dikit, gimana seh?" Protes Irsyad sambil Menjitak Abner
"Ya udah, kalo gitu, kita ngumpul di rumahku aja besok pagi. Ok?" Usul cakka sambil berdiri bersiap pulang.
Akhirnya anak2 itupun mencapai kesepakatan berlibur ke Pulau pribadi keluarga cakka...
Keesokan harinya, Suasana Cerah... Burung2 berkicau... Seakan Alam merestui liburan mereka...
Di rumah Cakka, telah berkumpul Agni,Oik,Abner,Patton,Irsyad,Obiet, dan tentunya Cakka...
"Loh, rahmi mana?" Obiet bertanya pada teman2nya.
"Tuh, dia baru dateng" Jawab Abner sambil menunjuk rahmi yang berjalan memasuki rumah Cakka.
"Ya Udah, kita kan dah lengkap... Berangkat yok".
Cakka dkk akhirnya berangkat ke pulau menggunakan perahu yang ada di dermaga.
Di tengah perjalanan, Oik merasa mual
"Kamu kenapa Ik?" Cakka nanya dengan Cemas
"Gpp kok Cak... Cuma mual dikit" jawab Oik lemah sambil memijit kepalanya
"Aku... Beliin Permen Mau?" tawar cakka.
"Yaelah, Cakka... Mana ada toko permen di tengah laut kayak gini?" cerocos Agni
"Duh... Ia juga y..."
"Nih, permen Ik" obiet mengulurkan permen ke tangan oik sehingga obiet bisa merasakan kehalusan tangan Oik.
Oik meraih permen di tangan obiet, lalu memakannya
"Makasih ya, Biet..."
Obiet hanya tersenyum mendengar ucapan terima kasih Oik.
Cakka terlihat cemburu. Tapi, dengan segera dia mengalihkan pembicaraan
"Eh, temen2... Di Pulau nanti kita surfing ya?"
"Kamu bisa surfing Cak?" Tanya Agni antusias
"Supring? Apaan tuh?" Abner dengan 'polos'nya nanya.
"Aduh, gimana sih kamu Ner, supring aja gak tau. Supring tuh kegiatan maen gitar gitu? Kan Cak?" Rahmi menjawab dengan sok Benar
"Salah kali Mi! Surfing, bukan supring... Itu tuh kegiatan maen selancar, naekin ombak gitu" Jelas Patton
Abner dan Rahmi manggut2...
Tak terasa, mereka telah sampai di pulau...
"Dingin banget ya disini? Padahal masih sore" Tanya Oik sambil menggosok2kan telapak tangannya.
"Pake... Jaket aku aja Ik" tawar Cakka dan Obiet bersamaan sambil menyerahkan jaket mereka masing-masing, lalu cakka dan Obiet saling bertatapan.
Oik merasa kebingungan, lalu dia mengambil kedua jaket yang di tawarkan Cakka dan obiet dan mengenakan keduanya, 1 di punggung, 1 di bagian dada
"Gimana? Adil kan? Yuk ke vila... Vilanya mana Cak?"
"Eh... Itu di blakang pohon Maple itu" Jawab Cakka salting sambil menunjuk sebuah pohon maple yang besar.
"Eng... Yaudah... Yuk" kata Oik sambil berjalan menarik tangan Obiet dan Cakka.
Obiet dan Cakka yang tangannya ditarik otomatis langsung GR donk...
Sesampainya di vila, cakka langsung membuka pintu
"Gak... Ada orang di vila ini cak?" Patton bertanya dengan gugup.
Cakka tidak menoleh ke arah patton, dia langsung berjalan masuk ke dalam vila sambil menjawab "Yup, cuma kita aja di sini. Napa emangnya Ton?"
"Ooh...Enggak apa-apa kok"
"Cak, toilet di mana seh? Kebelet nih" Tanya Agni dengan gelisah pengen pipis
"Oh, toilet di situ... Pas depan sumur" Cakka menjawab sambil menunjukkan jalan menuju ke toilet.
"Hah? Su...su... Sumur?" Agni bertanya dengan suara yang nyaris berbisik.
"Iya, napa mang? Kamu takut? Mau ditemenin?" Jawab Cakka santai
"Eh, enggak... Eh, iya, tapi sama oik dan rahmi donk, masa ma kamu." Agni Protes
"Emang aku pernah nawarin diriku apa? Aku kan cuma bilang mau ditemenin..." Balas Cakka.
Agni pun dengan segera meninggalkan anak cowok di ruang tamu dengan menarik oik dan rahmi.
Di ruang tamu, anak2 cowok itu langsung membaringkan tubuhnya di sofa depan tv. Kecuali Patton, yang langsung bermain game x-box 360 yang telah tersedia di vila itu.
"Wew, Ton... Kamu nggak capek apa? Baru dateng dah maen game" Tanya Abner.
Tapi Patton tidak menjawab, dia terus saja terpaku di depan tv sambil memainkan jari kecilnya di joystick x-box itu.
Abner langsung melempar Patton dengan jaketnya
"Oi, Ton... Di tanyain juga, jawab napa?"
Patton tidak bergeming sedikitpun dari tempatnya, tapi di menjawab "Nggak capek kok... Kamu nggak liat apa aku maen game? Ganggu aja! Lagi seru-serunya neh!"
"Cak, aku mau tidur nih... Capek banget. Kamar kita di mana?" Tanya Obiet dengan wajah manisnya
"Di, depan kamar anak2 cewek, tas kamu simpan di lantai aja dulu. Besok baru kita sama2 ngatur barang2 kita" jawab cakka
"yup, kalo gitu... Aku tidur duluan ya? Ngantuk nih"
Obiet lalu memasuki kamar yang ditunjukkan cakka, menaruh tasnya di lantai... Lalu tidur...
Tak lama, agni, oik, dan rahmi yang dari toilet langsung masuk kamar, mengganti baju mereka dan tidur...
Cakka, Irsyad, Abner, dan Patton yang belum tidur masih sibuk dengan urusan masing2. Cakka sibuk bermain hp, Irsyad sibuk mengurus bahan makanan yang dia bawa dari rumahnya, Abner sibuk membongkar-bongkar isi tasnya mencari sikat giginya, dan patton yang sedari tadi sibuk bermain game.
Ting tong ting tong, jam kuno di vila berbunyi, menunjukkan pukul 8 tepat... Anak2 yg sibuk sendiri, langsung memasuki kamar dan tidur... Termasuk Patton yang belum menyelesaikan game-nya.
Esok harinya, anak2 itu bersiap2 makan. Rahmi berada di dapur, dia di handle sebagai koki.
Sedangkan yang laen asyik ngobrol2 di meja makan.
"Eh, Biet... Semalem kamu denger suara lolongan serigala nggak?" Tanya Irsyad
"Hm? Nggak tuh, semalam aku tidurnya pulaaas banget, jadi nggak denger apa2" Jawab Obiet sambil menggeleng2kan kepalanya
"Kalo kalian?" Irsyad menatap teman2nya 1 per 1.
"Aku... Sempet denger sih... Tapi nggak apa2 kan itu?" jawab Oik dengan cemas.
"Tapi... Kalo di kampung aku nih, lolongan serigala itu artinya ada hantu gitu di sekitarnya" Kata Irsyad menakut2i.
"Kamu, apaan sih syad? Bikin takut aja..." respon agni kesal.
"Ini beneran loh, katanya di kampungku dulu, waktu anjing melolong gitu kan ada hantu... Nah, si hantu itu pengen nyulik kita" jelas Irsyad dengan suara yang terkesan dihoror2kan.
Semuanya langsung pucat, lalu Cakka tertawa "Ha...ha...ha... Kalian ini, positif thinking napa? Nggak mungkin lagi ada hantu di sini... Ada2 aja..."
"Ia neh, si Irsyad. Khayalan tingkat tinggi banget" Abner ikut ngomong.
Suasana yang tadinya tegang, menjadi santai kembali...
Tak lama... Rahmi keluar dari dapur sambil membawa roti bakar cokelat dan keju dipiring besar.
"Makanan siap"
"Waw... Baunya wangi banget mi... Pasti enak" Respon Patton dengan tak sabar untuk melahap roti bakar.
"Siapa dulu dong yang bikin... Koki Rahmi..." kata Rahmi menyombongkan diri yang disertai gelak tawa anak-anak lain. Mereka lalu makan roti dengan lahap... Setelah itu, Obiet dan Oik berjalan-jalan di taman belakang vila yang dipenuhi bunga2 carnation yang wangi dan berwarna warni...
"Wah, udaranya seger ya Biet..." Kata Oik sambil menghirup udara sekitarnya
"Iya... Enak banget udaranya... Bikin otak tenang dari segala macam aktifitas slama 6 bulan!" Jawab Obiet agak Lebay.
Oik hanya tertawa mendengar jawaban Obiet. Dia lalu melihat ayunan di taman itu...
"Biet, ada ayunan tuh... Main itu yuk, aku naik kamu dorong ya?"
"iya, tuan Putri Oik..." jawab obiet sambil tersenyum.
Mereka berdua langsung main ayunan...
Di vila, Patton langsung melanjutkan gamenya yang tertunda kemarin.
"Yuk, Ag... Kita surfing... Irsyad ma Abner mau ikut gak?" Ajak Cakka.
"Aku mau... Tapi, gak tau caranya" kata Abner.
"Oi ner, aku juga gak tau... Makanya minta diajarin ma cakka" Protes Agni.
"Oke deh... Aku ngikut aja..." Akhirnya Abner mengalah.
"kalo gitu, kita langsung ngambil surf board di gudang belakang yuk" Ajak Cakka sambil berlalu ke arah gudang belakang diikuti Agni, Irsyad dan Abner.
Saat akan membuka pintu gudang, cakka melihat oik dan obiet berduaan sambil bermain ayunan. Cakka langsung cemburu dan berpikir mengapa oik dan obiet ada di situ berdua...
"Cak... Woi Cak... Ngapain melamun?" Irsyad menyadarkan Cakka dari lamunannya.
"Eh, nggak... Nih, 1 buat kamu, 1 buat Agni dan 1 buat Abner" Jawab Cakka sambil menyerahkan kunci gudang ke Irsyad, Agni dan Abner.
Abner, Agni dan Irsyad bingung
"Nih kunci mau diapain Cak?" tanya Abner bingung sambil menggoyang2kan kunci gudang di depan wajah cakka.
"Eh... Salah... Hhe... Sori,.. Aku ambil surf board dulu di dalam" Jawab cakka sambil membuka gudang...
Agni, Irsyad, dan Abner saling bertatapan, mereka rupanya bingung dengan keadaan Cakka tadi.
Cakka lalu keluar dari gudang sambil membawa 4 papan selancar.
"Ini buat Agni, Ini Buat Irsyad, ini buat Abner, dan ini buat aku" kata cakka sambil menyerahkan surf board ke Abner, Agni dan Irsyad...
Lalu mereka berjalan ke pantai yang berada tak jauh dari vila. Cakka yang berfikiran negative ke obiet dan oik langsung menyingkirkan pikiran negative nya itu, lalu mereka mulai berselancar.
Irsyad dengan lihai memainkan papan selancarnya sambil menaiki ombak yang besar, sementara cakka sibuk mengajari abner dan agni...
"Pertama2, kita pake nih surf board kayak pelampung kayak gini" Terang Cakka sambil menaiki surf boardnya.
"Terus, tunggu ombaknya datang, kalo dah datang, cepet naik ke surf board. Kayak gini" lanjut cakka sambil berdiri di atas surf board.
Agni dan abner hanya manggut2, lalu mencoba mengikuti gerakan cakka.
Namun, mereka masih gagal. Maklumlah, baru belajar.
Tak berapa lama, agni sudah dapat menguasai surf board dan lautnya.
"Yuhuu... Asyik banget! Wow, seruu" agni berteriak dengan kencang sekali sambil memainkan surf boardnya dengan lincah.
"Ah, Agni curang ih!" teriak Abner dengan suaranya yang melengking.
Karena Dari tadi Abner belum bisa surfing, Abner memutuskan untuk berhenti.
"Cak! Ag! Syad! Aku udahan ya?" pamit Abner sambil beranjak ke vila dengan membawa surf boardnya, sedangkan Agni, cakka dan Irsyad masih sibuk bermain.
Di vila... Oik dan Obiet yang sejak pagi bermain ayunan, langsung pergi mandi... Setelah itu, Obiet duduk di tempat Patton asyik main game.
"Ton, yang laen mana?" Tanya Obiet
"Abner, Cakka, Irsyad ma agni lagi surfing... Rahmi, di kamar lagi ngaji" Jawab Patton dengan tidak bergeming dari tempatnya.
"Ooh..." respon obiet singkat.
Obiet lalu serius memperhatikan Patton bermain game.
"Kamu hebat banget ya Ton... Walau suka maen game, tetep aja ranking..."
"Ah, biasa aja lagee... Lagian aku juga belajar kalo malam" Jawab Patton.
Di kamar cewek, Rahmi masih mengaji dengan khusyuk... Sedangkan Oik membaca diari yang dia ambil dari rak buku.
Lalu, kening oik mengkerut... Rahmi yang melihat oik mengerutkan keningnya berhenti mengaji dan bertanya "Kamu napa Ik?"
Oik yang mendengar pertanyaan rahmi, langsung menjawab "Liat deh mi... Kayaknya buku diari ini punya orang lain deh"
Rahmi langsung mendekati Oik dan memperhatikan diari yang dimaksud oik "Punya Agni kali..." Kata Rahmi positive thinking
"Bukan Mi! Ini bukan tulisan Agni... Lagipula... Agni gak suka nulis diari deh" kata Oik
"Punya Keluarga Cakka kali..." Rahmi masih berusaha positive thinking.
"Mmm... Mungkin aja ya Mi... Ya udah deh, kalo gitu kita simpen aja diari ini lagi" kata Oik sambil mengembalikan Diari ke rak buku, tiba2 ada foto yang terjatuh dari diari itu. Foto perempuan cantik yang kira2 berumur 18 tahun. Rahmi dan Oik memperhatikan foto itu sebentar
"dia... Cantik banget ya?" Rahmi memuji foto itu.
Oik mengangguk
"Iya... Eh, kita kembaliin foto ini ke diari itu deh" Jawab Oik.
Oik pun lalu menyelipkan foto itu ke dalam diari dan meletakkan diari itu ke rak buku.Rahmi lalu keluar kamar, dan bersiap menyediakan makan siang buat teman2nya.
Cakka, Agni, dan Irsyad telah kembali dari Pantai dengan badan yang basah dan penuh pasir, mereka dengan segera mengganti baju mereka masing2.
"Makanan Siap! Ayo, ayo... Dah siap nyicipin makanan spesial dari koki Rahmi?" teriak rahmi yang membuat obiet, irsyad, cakka, oik, bahkan patton yang sedang asyik main game menghambur ke meja makan di mana Bebek goreng saus jeruk manis telah tersedia.
Mereka lalu duduk di kursi masing2
"Eh... Abner mana?" Tanya Oik
Agni, Irsyad dan cakka saling bertatapan
"Kirain tadi dia dah balik" jawab Cakka.
"Di taman kali tuh abner" Kata Agni tenang
"Iya, ato nggak, dia lagi kelayapan di manaaa gitu. Kita tunggu dia aja nanti..." usul obiet.
Merekapun mulai makan siang.
Jam kuno di ruang tamu vila menunjukkan pukul 17.45 tapi abner belum juga pulang...
Teman2 yang lainnya tidak terlalu mempedulikan ketidakhadiran abner di samping mereka karena mereka pikir abner ada di kamar. Kecapekan jalan2.
Tapi rahmi tidak berpikiran seperti mereka. Dia khawatir dengan keadaan Abner...
Akhirnya Rahmi pergi mencari Abner... Pertama2, rahmi mencarinya di taman belakang vila, tapi abner tidak kelihatan batang hidungnya. Lalu rahmi mencari ke daerah pantai... Di sana, dia melihat sendal bermotif babi berwarna pink. "Ini kan sendalnya Abner, kok ada di sini? Jangan2, abner tenggelam lagi..." Pikir rahmi cemas.
Dengan segera rahmi berlari ke vila untuk memberitahu teman2 mereka tentang hilangnya Abner, tapi tiba-tiba muncul tangan dari pasir di tempat rahmi berdiri lalu tangan itu menarik rahmi ke bawah pasir... Rahmi berteriak, tapi teriakannya bagai ditelan ombak...


Bagaimana keadaan rahmi? Dan di mana sebenarnya Abner? 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar